Dr. Nani Harlinda Ditetapkan Sebagai Editor Jurnal Internasional

Diskominfo Makassar

 

Waktu, Riau  |  Dr. Nani Harlinda Nurdin, M.Si. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, ditetapkan sebagai editor jurnal internasional di Universitas Maritim Raja Ali (UMRA) Riau. UMRA adalah universitas negeri yang peresmiannya dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh di Tanjungpinang, Riau, 26 Desember 2011.

Bacaan Lainnya

Akademisi bidang Administrasi Negara dan Publik yang menyelesaikan promosi doktornya di Universitas Hasanuddin (UNHAS) ditetapkan bersama sejumlah editor internasional lainnya dari berbagai negara. Pengusulan namanya sebagai editor internasional, diyakini setelah berbagai kegiatan seminar internasional yang diselenggarakan di UMRA.

Ilmuan dari 16 negara itu berjumlah 20 dan 5 dari Indonesia, Dr. Nani Harlinda salah satu diantaranya. Terdapat 9 Profesor dalam tim editorial diantaranya Prof Dr. Wofgang Dreschler, dari Tallin University of Technology, Estonia, Prof. Dr. Sunhyuk Kim dari Korea, Prof. Mark Turner, Ph.D. dari School of Business UNSW Canberra Australia. Bersama ilmuan dari Turki, Thailand, Malaysia, dan Inggris.

Dr. Nani Harlinda, sejak tiga tahun terakhir aktif sebagai pengurus di Relawan Jurnal Indonesia (RJI), Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi motivator dan pembicara pada banyak pelatihan jurnal, di sejumlah komunitas ilmiah dan kampus di Makassar, juga aktif sebagai Mendeley advisor sejak 2018, memulai program motivator jurnal online di UIT, pasca pencabutan sanksi dari Kemenristek Dikti akhir 2018, dengan berbagai program pelatihan bagi dosen dan mahasiswa.

Ditemui usai kegiatan buka puasa bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fisip Unhas, di Mercure hotel Senin 25 April 2022, Wakil Sekretaris Asosiasi Instruktur Seluruh Indonesia (AISI) Sulsel, ini menyebutkan problematika akademisi di Indonesia bahkan dunia adalah publikasi ilmiah. “Kita harus menegaskan komitmen untuk membuka akses bagi dosen untuk aktif meneliti dan menulis di jurnal,” ujarnya. Terkait kemunculan namanya bersama sejumlah akademisi ternama internasional, disebutnya sebagai kaborasi yang wajar.

Dr. Nani Harlinda, yang juga mantan sekretaris Rektor UIT periode Prof. Dr. Baso Amang ini, menyebutkan akademisi atau dosen yang tidak memotivasi diri untuk memiliki karya tulis ilmiah jurnal, akan sampai pada stagnasi karir. “Pertanyaannya apa yang akan mereka ajarkan kepada mahasiswa, jika penelitian dan penulisan tidak berjalan,” paparnya.

Sejak menjabat Dekan Fisip UIT, Dr. Nani Harlinda Nurdin terbilang aktif memberikan motifasi bagi dosen di lingkup kerjanya untuk berprestasi dalam penelitian dan penerbitan jurnal. Perempuan tiga anak ini juga diminta menjadi reviewer di beberapa jurnal nasional di sejumlah kampus di Indonesia. Pemikirannya yang menonjol dalam bidang tata kelola desa mengantarkan dirinya menjadi doktor dengan riset ‘Democratic Governance’ yang menelisik tentang tidak berjalannya prinsip-prinsip demokrasi dalam penyusunan agenda Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) dengan Kabupaten Bone sebagai area penelitian._Ali_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.